Kamis, 10 Agustus 2017

Tempat Wisata Indonesia Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Wisata Indonesia Yang Belum Banyak Orang Ketahui-Ada begitu banyak obyek wisata di Indonesia, tapi banyak juga yang belum familiar di telinga kita. Tapi, bukan berarti tempat-tempat tersebut nggak layak untuk dikunjungi. Bisa dibilang, tempat-tempat tersebut merupakan hidden paradise tanah air kita. Mau daerah mana saja?

1. Air Terjun Telun Berasap

Wisata Indonesia
Kenapa air terjun ini dinamai “Telun Berasap”? Telun Berasap rupanya ditujukan penduduk pada kabut air yang menguap di sekitar air terjun. Kabut ini sendiri tercipta dari proses jatuhnya air dari ketinggian 50 meter. Keistimewaan Air Terjun Telun Berasap kian nampak saat bulir-bulir air yang beterbangan dan terkena cahaya matahari. Di antara kabut yang lembap, kamu akan melihat pertunjukan kemilau warna-warni pelangi, tanpa harus menunggu hujan turun. Air Terjun Telun Berasap bisa kamu temukan di desa bernama sama, yaitu Desa Telun Berasap. Desa ini masuk wilayah kabupaten Kerinci. Lokasi air terjun ini cukup menantang, yakni berada di antara lebatnya pepohonan Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski begitu, jalan menuju Air Terjun Telun Berasap bisa menyejukkan mata kamu. Untuk menikmati pemandangan Air Terjun Telun Berasap dengan lebih maksimal, kamu bisa melakukannya dari ketinggian. Kamu bisa naik ke atas air terjun dan berdiri di salah satu bebatuan di sana. Jangan khawatir bakal tenggelam di sana. Pasalnya, dasar airnya tidak dalam, kamu hanya perlu waspada dengan banyaknya batu.

2. Pantai Rambak dengan indahnya pasir putih

 
Wisata Indonesia

Di pantai ini, kamu akan melihat keindahan hamparan pasir putih yang luas. Ditambah bebatuan raksasa yang menjulang tinggi yang cocok dijadikan spot berfoto di pagi hari. Sunrise di Pantai Rambak begitu memesona jika disaksikan dari tepi pantainya. Keindahan yang sempurna dari pantai, bebatuan,langit biru, dan lautnya yang hijau. Di tepi pantainya terdapat rerumputan hijau dan ditumbuhi pohon ketapang yang mulai rindang, dan terdapat belasan shelter untuk berteduh serta terdapat juga tempat berjualan makanan dan minuman. Sehingga, kamu dapat berteduh dan bersantai di pantai untuk menikmati debur ombak yang bersahabat. Pantai Rambak terletak tak jauh dari kota Sungailiat yang berjarak kira-kira 34 kilometer dari Pangkalpinang. Untuk sampai ke Pantai Rambak, kamu cuma membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit bila menaiki mobil dari Sungailiat.

3. Pulau Tikus dan Benteng Kura-kura

Wisata Indonesia

Wisata Indonesia
Pulau Tikus adalah salah satu lokasi wisata andalan Bengkulu sejak dulu. Kamu dapat menemukannya di sebelah Barat ibu kota Bengkulu, kira-kira 10 km dari pusat kota. Luas pulau hanya 2 hektar, tapi pemandangannya sangat memesona. Perairannya bersih dan beraneka bentuk terumbu karang hadir menghiasi pulau ini. Berjenis-jenis unggas menganggap Pulau Tikus sebagai tempat untuk pulang. Jadi, jangan kaget bila kamu menemukan burung dara laut, bangau hitam, penyu, dan lain-lain di sana. Biota lautnya juga mengagumkan! Karen itu, Pulau Tikus adalah lokasi wisata yang dapat kamu jadikan tempat memancing dan snorkeling. Sedangkan Benteng Kura-kura dibangun di masa kepemimpinan Gubernur Joseph Callet atau disebut juga Benteng Marlborough. Bangunan ini tegap menghadap selatan, luasnya mencapai lebih dari 44 ribu meter persegi. Unik karena benteng ini terlihat seperti kura-kura dengan pintu utama dikelilingi parit, tapi dapat dilalui oleh jembatan. Ada pula pintu keluar bawah tanah yang menurut masyarakat sekitar digunakan semasa peperangan

4. Kayu Aro

Wisata Indonesia
Terletak di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kayu Aro bukanlah sekadar perkebunan teh biasa. Selain berusia ratusan tahun, perkebunan ini juga patut dikagumi dalam aspek ketinggian 1.600 meter dpl dan luas 2.500 hektar. Itulah yang mengantarkan Kayu Aro sebagai perkebunan teh peringkat dua dunia. Sedangkan, posisi pertama diduduki Perkebunan Teh Darjeeling di India. Sebagaimana telah dikatakan, Kayu Aro adalah perkebunan teh penghasil teh hitam atau juga dikenal dengan nama: teh orthodox. Soalnya, proses pengelolaannya masih konvesional, belum menggunakan teknik, atau alat-alat modern. Sehingga, jangan heran jika kamu menyaksikan serbuk-serbuk teh di sini. Dan teh di sini juga bebas dari bahan-bahan kimiawi, tak memakai pengawet, juga pewarna. Selain itu, pekerja teh di Kayu Aro dilarang memakai kosmetik saat mengolah daun-daun teh yang telah dipilih. Semuanya untuk menghasilkan teh kualitas terbaik. Tak heran bila kemudian daun teh dari Kayu Aro begitu digemari Ratu Belanda dan Ratu Inggris pada masa penjajahan.

5. Desa Candirejo

Wisata Indonesia

Wisata Indonesia

 

Konon, nama Desa Candirejo diambil dari kata Candighra. Perlahan-lahan, namanya berubah karena orang-orang terbiasa menyebutnya Candirga, lalu menjadi Candirja, dan akhirnya Candirejo. Dari segi arti, candi berarti batu dan rejo artinya subur. Dengan demikian, Candirejo adalah desa yang banyak bebatuannya, tapi tetap subur. Lokasi Candirejo dekat dengan Borobudur, sekitar 2.5 hingga 3 km. Desa ini berbatasan dengan Desa Pulutan, Kesongo, Rawa Pening, Jombor, dan masih banyak desa lainnya. Alamnya eksotis, indah, dan belum banyak pembangunan seperti di kota. Warganya ramah-ramah dan masih menjaga tradisi asli serta lingkungannya. Desa ini juga bisa dibilang sebagai “simbol Jawa.” Artinya, kamu dapat mempelajari sejarah Jawa di sini. Soal makanan, Candirejo menyajikan makanan serba tradisional. Contohnya, gudeg dan pecel. Jika sudah pulang dari Candirejo, sempatkan pula membeli kenang-kenangan dari sana berupa kerajinan desa, seperti tikar, tas, hiasan dinding, tatakan gelas, lukisan, dan masih banyak lagi.





6.  Krumutan: sang paru-paru dunia

 
Wisata Indonesia

Kerumutan terletak di Propinsi Riau. Dilihat dari aspek administratif, kawasan hutan ini terbentang hingga melalui dua kabupaten, yaitu Pelalawan dan Indragiri Hulu. Saking luasnya, kawasannya dibagi tiga di mana pembagian kawasannya dilihat dari kondisi lahannya. Kawasan pertama adalah Kawasan Inti, yang luasnya mencapai 93 ribu hektar lebih. Kawasan kedua, Kawasan Lindung Gambut, dengan luas 52 ribu hektar lebih. Terakhir, Kawasan Intervensi, yang dimaksudkan sebagai tempat penyelamatan ekosistem rawa gambut, dengan luas lebih dari 1.1 juta hektar.
Daya tarik Kerumutan bukan hanya pemandangan hutan gambutnya. Kamu juga dapat menemukan aneka fauna yang langka, seperti harimau Sumatera. Ada jugaharimau dahan, monyet ekor panjang, kuntul putih, owa, burung enggang, bahkan buaya sinyulong. Hutan ini bahkan menjadi tempat singgah burung-burung saat bermigrasi dan membuatnya ditetapkan sebagai kawasan IBA (important bird area) dan EBA (endangered bird area). Temukan pula tumbuhan-tumbuhan endemis di wilayah hutan rawa gambut dan rawa kering Kerumutan, anntara lain punak, perupuk, rengas, pandan, kantung semar, meranti, nipah, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menurut penelitian, Traveling memberikan 6 manfaat nyata bagi Kehidupa

Menurut penelitian, Traveling  memberikan 6 manfaat nyata bagi Kehidupa - akhir-akhir ini, aktivitas perjalanan semakin berkembang seiring ...